Wali Murid SMAN 2 Metro Keluhkan Minimnya Transparansi Pembelian Seragam, Sekolah Sebut Dikelola Konveksi

0
69

METRO – Sejumlah wali murid baru SMAN 2 Kota Metro Tahun Ajaran 2026/2027 mengeluhkan minimnya transparansi dalam pembelian seragam sekolah. Keluhan tersebut muncul lantaran para orang tua mengaku tidak memperoleh rincian item seragam yang dibeli.

Salah seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, sewaktu daftar ulang murid baru, para wali disuruh jahit baju ke salah satu konfeksi. Setelah melakukan pengukuran baju, kami hanya menerima bukti kwitansi pembayaran sebesar Rp1.550.000.

Kami para wali murid hanya menerima kwitansi dengan nominal total tanpa disertai daftar jenis seragam maupun perlengkapan yang diperoleh.

“Kami hanya menerima kwitansi dengan total harga sebesar Rp1.550.000. Untuk itemnya apa saja tidak ada rincian di situ,” ujarnya.

Menurutnya, pihak yang mengelola penjualan seragam semestinya memberikan daftar rincian barang agar wali murid mengetahui secara jelas apa yang dibayarkan

“Ya seharusnya ada rincian item apa saja. Kalau begini sudah seperti beli kucing dalam karung,” keluhnya.

Ia juga mengaku pembelian dilakukan kepada konveksi yang diarahkan kepada para wali murid saat proses pengadaan seragam.

“Ya kita beli ke konveksi itu ikut arahan dari pihak sekolah,” katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 2 Kota Metro, Sri Mulyani, membantah bahwa sekolah mengelola secara langsung pengadaan seragam. Menurutnya, pengelolaan dilakukan oleh pelaku UMKM konveksi yang berada di sekitar lingkungan sekolah.

“Kami tidak mengelola seragam itu secara penuh ya, Bang. Yang saya tahu, di sebelah sana ada UMKM konveksi, jadi para murid melakukan pengukurannya di sana. Kalau kami yang mengelola, pengukuran dilakukan di sekolah dan semua barang ada di sini,” ujar Sri Mulyani kepada awak media, Jumat (7/8/2026).

Sri Mulyani juga membantah pihak sekolah menunjuk secara khusus satu konveksi tertentu untuk melayani pembelian seragam para siswa.

“Kami tidak menunjuk konveksi tersebut. Jadi kalau ada orang tua bertanya, ‘Bu, jahitnya di mana?’, ya karena selama ini di konveksi sana, kami bilang coba ke sana,” kilahnya.

Terkait tidak adanya rincian item yang diterima wali murid, Sri Mulyani menegaskan bahwa seluruh administrasi pembelian berada di pihak konveksi.

“Kalau masalah seragam jumlahnya berapa tentu mereka tahu. Untuk segala macam rincian dan itemnya, monggo langsung ke pihak konveksi karena mereka yang mengelola,” pungkasnya. (rez)

Leave a reply